
BBM Nonsubsidi Melonjak, Perusahaan Kini Berbondong-bondong Pilih Sewa Kendaraan
JAKARTA – Keputusan PT Pertamina (Persero) menaikkan harga
BBM nonsubsidi mulai 18 April 2026 menjadi pukulan baru bagi sektor usaha.
Harga Pertamax Turbo kini menyentuh Rp19.400 per liter, sementara Dexlite
melonjak drastis ke angka Rp23.600 per liter. Lonjakan biaya bahan bakar ini
langsung memicu pembengkakan biaya operasional dan logistik hingga 40% bagi
banyak perusahaan.
Situasi ini memicu pergeseran tren di mana banyak pelaku
usaha mulai meninggalkan kepemilikan aset kendaraan dan beralih ke skema sewa
operasional. Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas arus kas dan
memastikan efisiensi konsumsi bahan bakar tetap terkontrol melalui unit-unit
kendaraan terbaru yang lebih hemat energi.
Solusi Strategis
Efisiensi Armada
Untuk menekan biaya operasional di tengah tingginya harga BBM, berikut beberapa solusi yang bisa diterapkan:
- Peralihan ke Skema Sewa (Rental): Menghindari beban biaya perawatan berkala, pajak, dan penyusutan nilai aset kendaraan yang terus membengkak.
- Optimalisasi Rute dengan GPS: Menggunakan teknologi pelacakan untuk menentukan rute terpendek guna meminimalisir pemborosan bahan bakar.
- Pemutakhiran Unit: Memilih penyedia jasa sewa yang menawarkan mobil dengan teknologi mesin terbaru atau kendaraan listrik (EV) untuk efisiensi jangka panjang.
- Pelatihan Eco-Driving: Mengedukasi pengemudi mengenai teknik berkendara yang hemat bahan bakar, seperti menghindari pengereman mendadak dan mematikan mesin saat berhenti lama.
- Sistem Monitoring BBM: Mengadopsi sistem manajemen armada digital untuk memantau konsumsi bahan bakar secara real-time.
Konsultasikan kebutuhan armada Anda bersama tim kami
dan temukan solusi rental mobil perusahaan yang paling tepat, fleksibel, dan
sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
EN

